Jumat, 17 Juni 2011

O P T I M I S

Ass. Wr. Wb,

Dalam menjalani setiap kehidupan, pastilah jalan yang dilalui tidak selalu ‘mulus-mulus’ saja. Semua manusia tentu akan mengalami saat-saat suka dan duka. Ya inilah ‘seni’ nya kehidupan. Pada saat suka tentunya lebih mudah bagi kita untuk mengatasi dan menjalaninya, namun pada saat duka adalah masa kritis yang sulit bagi kita. Masa untuk bisa bangkit kembali dan segera bergerak untuk melakukan usaha yang lebih maksimal dalam mencapai keberhasilan, sekaligus melupakan saat-saat duka yang telah lalu.

Semua itu tentu bergantung pada masing-masing manusia yang menjalaninya. Apakah dapat menerima ujian, cobaan kehidupan ini dan melaluinya dengan baik dan benar, atau malah sebaliknya. Disini pula kesetiaan kita diuji untuk senantiasa ingat kepada Sang Pencipta dan istiqomah berada dijalan-Nya.

Hal yang sebaiknya dilakukan adalah jangan menyerah dan berputus asa dalam menghadapi apapun kenyataan yang terjadi. Karena dalam agama Islam, sebagai seorang muslim kita diwajibkan untuk selalu berpikiran optimis dalam menghadapi kenyataan kehidupan ini.

Allah berfirman, Al-Qur’an (Al-Insyirah) 94 : 5 - 6, “Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan”.

Banyak dari kita yang merasa bahwa keadaan yang tengah kita alami adalah yang tersulit, kita lah yang paling susah hidupnya. Padahal kalau saja kita mau melihat lebih jauh kehidupan di sekitar kita, ternyata masih ada yang jauh lebih sulit, yang dialami saudara-saudara kita yang lain. Dan ternyata mereka masih bisa lebih tegar dalam menghadapi dan menjalani kehidupannya. Mengapa...? hhmmm... ini lah yang perlu kita selami dan mengerti, melalui sekelumit kisah hidup seorang kawan yang ku kagumi ketegarannya dalam menjalani ujian kehidupannya.

Seorang kawanku,  ibu rumah tangga yang masih relatif muda dan sederhana yang telah ku kenal sekitar 3 tahun yang lalu. Awalnya kehidupan rumah tangga kawanku ini  tak kurang suatu apa pun, bahagia dengan suami yang bertanggung jawab dan 4 orang anak yang sehat dan lucu. Kehidupan mereka begitu berkecukupan. Sebagai seorang istri, kawan ku ini termasuk yang beruntung karena dia begitu dimanjakan oleh sang suami. Segala kebutuhan dan keperluan kawanku dan anak-anaknya selalu saja terpenuhi. Suaminya adalah seorang yang sangat bertanggung jawab, pengertian dan penuh perhatian.

Namun setelah kelahiran anaknya yang ke-4, sang suami ternyata menderita penyakit gagal ginjal. Yang semula kawanku ini seorang yang sangat manja *itu diakuinya sendiri..* , saat itu menjadi berbalik 180 derajat, hampir segalanya harus bisa dijalani sendiri. Mengurus suaminya yang sakit dan anak-anaknya. Perawatan sakit suaminya, tidak hanya cukup dengan meminum obat-obatan saja, namun juga perlu perawatan ke rumah sakit untuk melakukan cuci darah 2 kali dalam 1 minggu. Belum lagi mengurus anak-anaknya yang saat itu masih kecil-kecil, yang paling kecil belum berumur 1 tahun pula. Astaghfirullah... Itulah saat tersulit atau ujian kehidupan bagi keluarga kawan ku ini. Bisa dibayangkan bagaimana beratnya menghadapi ujian ini. Lelahnya merawat suami yang sakit, serta perubahan-perubahan psikis suami yg 180 derajat, juga dirinya sendiri. Mengurus anak-anaknya yang masih sekolah, memikirkan biaya-biaya yang dikeluarkan sekaligus yang akan diperlukan kemudian. MasyAllah... pastilah dibutuhkan banyak sekali kesabaran dalam menghadapi ujian ini.

Sebenarnya aku belum terlalu lama mengenal kawan ku ini, tapi melihat, mendengar dan banyak kawan-kawan  yang tahu betul kondisi kawanku ini, membuatku begitu bersimpati padanya. Sewaktu mengenalnya, dia terlihat biasa dan enjoy saja dalam menjalani kesehariannya. Mengantar dan menjemput anaknya ke sekolah, yang memang tidak terlalu jauh dari rumahnya (tapi pada hari tertentu dia juga harus mengantar sang suami cuci darah ke RS). Sungguh aku tidak menyangka, alangkah beratnya ujian yang tengah dihadapi kawan ku dan keluarganya ini. Ujian kehidupan ini telah dijalaninya kurang lebih 9 tahun. Dan belum lama ini karena telah cukup lama tidak dapat melakukan kegiatan bekerja ke kantor, akhirnya suami kawanku ini di berhentikan di ’PHK’dini dari kantornya. Sehingga fasilitas untuk berobat pun berkurang. Ya, Allah.... ternyata dibalik kesederhanaan dan keceriaan kawan ku yang sabar ini, menanggung ujian hidup yang begitu berat tapi tidak diperlihatkannya justru terlihat tegar dan bersahaja saja.. *sungguh, menulis pengalamannya saja bisa membuat ku menitikkan air mata.. MasyAllah..*

Setelah cukup mengenal dekat kawanku ini, akhirnya aku memberanikan diri bertanya, apa rahasia yang membuatnya tetap tegar seakan tak ada beban dalam menghadapi ujian kehidupannya ? Kawan ku ini pun menjawab sambil tersenyum... ”Saya selalu optimis dalam menjalani hidup.. Saya yakin Allah tidak akan meninggalkan hambaNya yang selalu setia dijalan-Nya.. ” Oooh... meleleh rasanya hati ini, mendengar kata-kata yang menyejukkan itu..SubhanAllah. Dan kawan baik ku ini pun berbagi cerita bahwa selama menjalani kehidupan ini, Allah SWT telah memberikan banyak kemudahan dan pertolongan padanya, karena itu dia tak mau menyerah dan selalu istiqomah, tetap bersabar setia padaNYA. Jadi katanya "Kenikmatan yang dirasakan lebih banyak dari pada kesulitan yang dialaminya.."Subhanallah... aku semakin terkesima, dan terharu mendengarnya. Ada perasaan malu menyelinap di hatiku, dan membuat kacamataku sedikit berembun menahan air mata. Karena terkadang ke tidaknyamanan sedikit saja yang kita rasakan, sudah membuat kita uring-uringan tak karuan..Astaghfirullah...ampuni hambaMu ini Yaa Allah..*ini bisa mjd terapi hati ..dgn mengetahui kesulitan org lain, dan lbh baik lagi jika kita bs meringankan bebannya..*


Walaupun sering mendengar banyak orang mengucapkan kata ”optimis”, tapi rasanya baru kali ini aku mendengar langsung dari seseorang yang begitu yakin dalam mengucapkannya, dan tidak terlihat sama sekali keragu-raguan dalam ucapannya, sekalipun dia telah dan masih menghadapi ujian kehidupan yang berat.

Setelah percakapan itu, aku jadi mengerti dan semakin yakin, bahwa pantas saja kawan yang sangat aku kagumi ini begitu ringan menjalani ujian kehidupannya. OPTIMIS, selalu yakin akan bisa menghadapi kenyataan hidup seberat apapun dan tetap setia dijalan-Nya, adalah tindakan yang harus dilakukan oleh setiap manusia dalam menjalani kehidupan.

Ya..Allah, Ya..Rabbi, .. semoga kawanku ini senantiasa diringankan dan dimudahkan langkahnya dalam menghadapi ujian-Mu, begitu juga kami... tetapkan iman Islam dan ke istiqomahan kami kepadaMU.., 

Amin Yaa Rabbal 'allamiin...

Semoga bermanfaat... BarrakAllahu Fiikum...
Wass. Wr. Wb.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar