Jumat, 17 Juni 2011

Domino Story

Ass. Wr. Wb,
Pernahkah kita melihat susunan balok domino yang berjajar seolah membentuk barisan panjang yang rapi dan teratur, serta saling berdekatan..? Pasti amat menakjubkan bagi yang melihatnya. Karena pastilah kita terbayang proses penyusunannya yang tidak mudah, diperlukan kesabaran serta kehati-hatian. Sedikit saja kesalahan, gemetarnya jari jemari penyusun pasti barisan balok domino tidak akan mampu terbentuk panjang, rapi dan teratur.
Pernah terbayangkan jika ada satu saja balok domino yang terjatuh..? apa reaksi kita yang melihatnya? ”Oops.......”,mungkin seperti itulah kata yang terucap (betul tidak? ), atau ada kata-kata lainnya yang lebih ekspresif sebagai ungkapan alangkah sayangnya upaya yang telah dilakukan dalam menyusun barisan domino itu. Barisan domino yang telah berdiri panjang, rapi dan teratur akan rubuh. Susunan balok balok domino itu akan mengenai balok yang berada tepat disebelahnya. Lalu? Apakah balok yang lainnya akan tetap berdiri? Tidak,.. tidak akan. Seperti yang pertama, balok kedua itu akan jatuh, mengenai balok berikutnya, dan hal ini akan berlanjut terus sampai balok domino terakhir rubuh. Menakjubkan ! Ada hikmah dari permainan yang sudah sering kita lihat dan cukup menegangkan syaraf itu, sebenarnya terdapat makna dari salah satu ajaran Allah....

"Sesungguhnya orang-orang mukmin itu satu dalam persaudaraan; maka damaikanlah kedua saudaramu (yang berselisih), dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beroleh Rahmat".
Al-Hujurat 49:10

Itulah firman Allah. Kita semua adalah bagian dari satu persaudaraan. Dan Allah telah mengingatkan kita bahwa kita harus berdamai dan bersepakat. Jika kita menginginkan rahmat-Nya, kita tidak boleh saling berkelahi, apakah itu dengan saudara sekandung, kerabat atau teman. Astaghfirullah...

Mungkin ada ide? Bagaimana agar susunan domino itu aman? Bayangkan balok-balok domino yang semula tersusun saling berdekatan, berdampingan kali ini disusun saling berjauhan, pasti jika balok yang satu jatuh tidak mengenai balok yang lainnya. Make a sense, isn’t it ?

Tapi coba kita lihat hadist Nabi Muhammad SAW ;

An-Nu’man ibn Basyir berkata, Rasulullah bersabda : ”Perumpamaan orang mukmin dalam kasih-mengasihi, cinta-mencintai, dan sayang-menyayangi adalah laksana satu tubuh”, jika salah satu anggota tubuh merasakan sakit, tubuh selebihnya ikut merasakan dengan tetap terjaga dan menderita demam”.Al-Bukhari dan Muslim

Ya Allah, hadist ini sungguh indah.

Analogi tentang satu tubuh ini persis seperti balok-balok domino tadi – satu rancangan yang padu. Bila satu balok jatuh, yang lainnya juga jatuh. Bila satu bagian tubuh sakit, selebihnya juga sakit. Subhanallah...

Dan, tidak hanya itu. Dalam kehidupan didunia ini, kita harus hidup berdampingan untuk bisa merasakan dampak kejadian-kejadian yang menimpa Muslim lain. Jika hidup saling berdekatan tentu kita akan bisa tahu dan merasakan apa yang terjadi dengan saudara-saudara kita seperti perumpamaan balok-balok domino tadi.

Kita kembali ke susunan domino jika disusun saling berdekatan tentu akan terlihat menakjubkan, tapi jika balok domino disusun saling berjauhan apakah masih terlihat menakjubkan juga ? Aku rasa tidak.

Analogi lainnya seperti hasil gambar pada sebuah komputer atau foto, yang terbentuk dari susunan titik-titik (dot) yang saling berdekatan sehingga menghasilkan hasil gambar yang halus. Semakin tinggi resolusi gambar dari banyaknya susunan titik-titik yang saling berdekatan, pastilah hasil gambar akan semakin baik dan indah.

Itulah hikmahnya hidup saling berdekatan, walau tentu dari kita pastilah memiliki perbedaan, ciri khas, keunikan masing-masing, paling tidak kita menyadari bahwa ada satu faktor yang mempersatukan yaitu kita adalah saudara seiman, apalagi jika hubungan darah baik orang tua maupun saudara sekandung tentunya akan lebih memperkuat tali persaudaraan sehingga hidup ini menjadi lebih bermakna, lebih baik dan indah.

Punyakah rasa kasih, cinta dan sayang untuk ibu bapakku, saudara-saudaraku? Apakah aku merasa bahwa aku adalah bagian dari satu tubuh? Apakah aku telah tulus membantu atau menolong mereka? Atau, apakah aku hampir selalu memikirkan diri sendiri saja? Begitu banyak pertanyaan terkumpul di otakku. Namun aku teringat Allah menjawab dengan ayat berikut ini...
”Dan berpegang teguhlah kalian semuanya, pada tali Allah, dan janganlah berpecah-belah diantara kamu” Ali-Imran 3 : 103
Banyak analogi dari kecanggihan teknologi yang dapat kita ambil hikmahnya untuk lebih mengerti apa arti makna sesungguhnya kehidupan ini. Mudah-mudahan dengan segala kemutakhiran dan modernisasi yang ada saat ini, kita tetap mampu mengambil hikmah untuk tetap berjalan pada koridor yang telah Allah tetapkan.

Dengan keterikatan kita kepada Allah – agama kita – dan buku panduan yang harus kita rujuk setiap kali kita berselisih hanya satu – Kitab yang Mulia, Al-Qur’an, yang berisi semua jawaban yang Allah berikan atas misteri-misteri kehidupan. Kita hanya harus duduk, memahami dan menggunakannya untuk menuntun hidup kita dan meluruskan perbedaan-perbedaan kita.

Betapa hidup ini begitu mudah jika saja kita mengikuti standar-standar yang ditetapkan oleh Tuhan kita. Al-Hadi, Maha Pemberi Petunjuk....

Semoga bermanfaat... BarrakAllahu Fiikum...
(Ref.Buku 'Satu Tiket ke Surga')


Wass. Wr. Wb.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar