Selasa, 28 Juni 2011

Do'a Sederhana Seorang Hamba

Ass. Wr. Wb,

Yaa.. Allah, Yaa...Rabb..

Di tengah galau dan gundah hati seorang hamba..,
Tetap mengucap syukur atas nikmat sehat dan semua yang ada,
Kau satukan keluarga dan anak-anak kami dalam cinta dan kasih..
Yang mana lagi yang kami ingkari dari semua nikmatMU  Yaa..Rabb.. ?

Susah, senang adalah rangkaian bunga kehidupan..
Apa yang terjadi adalah karena polah kami, dan atas kehendakMU..
Kau lah Maha Perencana & Penentu terbaik di kehidupan kami..

Tak terhitung nikmat yang Kau beri.. 
Tak ada ungkapan terima kasih yang pantas ku beri..
Semoga Kau senantiasa berkenan memberi..
Meski setiap hambaMU tak pelak dari perbuatan merugi

Yaa..Allah, Yaa.. Rabb.., Jangan lengahkan kami...
Jangan tenggelamkan kami dalam buaian 'indah' duniawi..
Yang sesaat, yang menyesatkan dan bisa membuat kami sekarat..
Membuat mata & hati ini buta,telinga ini tuli..
Bagai raga yang mati... Na'udzubillahi min dzaliik..

Yaa Rabb.., terima lah taubat kami, 
Terima lah ikhtiar, do'a dan harapan, kepasrahan kami ..
Kuatkan, jaga dan bimbing lah kami menuju jalan yang Kau ridhoi..
Bukan jalan yang merugikan kami kini dan nanti..

Ku yakin.. Kau tak akan membiarkan kami..
Hamba yang ingin selalu dekat denganMU..
dan tiada ikhtiar yang sia-sia bagiMU.., 

Ku yakin.. Kau dengar ..,
Ku yakin.. Kau jawab.. setiap do'a sederhana hambaMU..,
Hanya sabar dan ikhlas kan hati..,
Menanti jawaban Kau beri, InsyAllah.., amiiin... YRA..


Juni 28, 2011

Wass.Wr.Wb

Renungan : Yang Manakah Aku ?

Ass.Wr.Wb,

Menjaga kesehatan tubuh itu adalah kewajiban manusia sebagai syarat mutlak untuk bisa hidup dan melakukan aktivitas kehidupan. 
Dan juga sebagai salah satu wujud syukur pada Allah SWT, yang telah memberi nikmat hidup di dunia. SubhanAllah.., tubuh terdiri dari jiwa / rohani dan raga / jasmani. Karena Allah telah memberi kepercayaan pada kita untuk memakai dan memanfaatkan karuniaNYA, Alhamdulillah.., menjaga kesehatan secara keseluruhan adalah yang terbaik. Selain menjaga kesehatan  jasmani, kesehatan rohani 'hati' juga sangat penting dan jangan dilupakan. Menjaga rohani 'hati'  bagai 'harta karun' yang tak ternilai harganya dengan mendekatkan diri pada Sang Illahi, agar senantiasa memiliki 'hati' yang sehat. Karena sehat rohani'hati' berperan penting dalam menunjang kesehatan jasmani agar lebih maksimal. 

Ada 3 kriteria hati manusia:

1. Qolbun Mayyit ; manusia yg 'mati hati'nya, jasadnya hidup tetapi hatinya tidak, selalu mengingkari kebenaran & perintah Allah dan selalu mengikuti hawa nafsunya. Kebanyakan pemilik hati jenis ini adalah orang-orang kafir, meskipun tidak menutup kemungkinan ada orang 'Islam' yang memiliki hati jenis ini; kemungkinan orang kriteria ini spt orang yang Islam KTP.  Hati yang seperti ini telah dikunci oleh Allah. hati yang telah tertutup dari kebenaran. Nau'dzubillahi min dzaalik, semoga kita nggak termasuk di dalamnya.

2. Qolbun Marid ; (maaf kurang yakin dlm penulisannya) ; manusia yg kadang berbuat baik tapi perbuatan maksiat pun masih dijalani & masih mengikuti hawa nafsunya; Hati yang seperti ini adalah tipikal hati orang munafik.
 
Ada beberapa ciri penyakit 'hati' ini, antara lain :  
a. kehilangan cinta yang tulus, yakni cinta kepada Allah
b. gelisah dengan urusan dunia
c. kehilangan khusyu' dalam ibadah (karena gelisah dengan dunia tadi)
d. malas bersedekah
e. mata dan hatinya keras, dalam artian matanya susah untuk menangis ketika ingat dosa (susah untuk menangis, dan tidak pernah merasa bersalah/dosa), dan hatinya kurang peka terhadap lingkungan Islam di sekitarnya.
f. gemar melakukan dosa-dosa kecil
Naudzubillahi min dzaalik, semoga Allah menjauhkan kita dari penyakit hati.

3. Qolbun Salim ; qolbu yang selamat. Selamat dari penyembahan kepada yang selain Allah. Selamat dari syubhat dan syahwat (2 hal yang menjadi penyebab penyakit qolbu). Selamat karena ibadahnya cocok dengan apa yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW (memiliki ilmu dalam beribadah) dan ikhlas amalannya; bersih, bening, jernih, seperti air dari mata air yang jernih. Manusia yg bersih hatinya, mengutamakan kebenaran & perintah Allah SWT, dan pandai mengatur/menjaga hawa nafsunya.

Yang Mana kah kriteria masing-masing kita ?
Untuk menjawabnya diperlukan kejujuran diri yang sepenuhnya,
karena selain Allah Yang Maha Mengetahui,
tentunya diri kita sendiri pun tahu, yang manakah kriteria kita.

Tapi apa pun jawaban yang ada saat ini, bukanlah 'harga mati' yang tidak dapat diubah. 
Yang kurang baik bisa menjadi baik, dan yang sudah baik pun bisa menjadi lebih baik lagi atau juga sebaliknya,  jika tidak istiqomah / kontinue menjaga kesehatan rohani 'hati', 
karena godaan setan yang terkutuk  menghadang dari segala penjuru.

Seperti kata Iblis kepada Allah, "Ya Tuhanku, oleh karena Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, maka pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti pula aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba Engkau yang ikhlas di antara mereka". (Al-Hijr[15]:36-40)

Fakta ini, bahwa setan selalu akan menggoda / menyesatkan manusia, seperti Rasulullah SAW dalam sabdanya,"Setan menghadang anak cucu Adam dari segala arah."

Maka dari itu, sadar dan bertobat adalah salah satu jalan terbaik, karena Allah Maha Penerima taubat dan Maha Pengampun. Waspada dan berhati-hati dengan  buaian 'keindahan' duniawi yang sesaat dan menyesatkan, yang bisa membuat kita sekarat / gagal dalam menghadapi ujian/cobaan kehidupan.
Yuuk...., mari tingkatkan ketakwaan dan ibadah pada Allah ta'ala, dengan  istiqomah / kontinue menjaga kesehatan rohani 'hati' lebih baik lagi, agar tercapai kriteria terbaik sebagai manusia di mata Allah SWT, manusia yang Qolbu salim / bersih hati / qolbu yang selamat dan mencapai kebahagiaan serta keselamatan dunia akhirat....,
InsyAllah.., amiin.. YRA.

Semoga bermanfaat....

Wass. Wr.Wb.



Selasa, 21 Juni 2011

Mau Relaksasi Bisa Dengan Silaturahim

Ass. Wr.Wb,

Alhamdulillah..., Allah masih memberi waktu dan kesempatan pada kita untuk menikmati dunia. Manfaatkanlah waktu dan kesempatan secara bijak untuk hal-hal yang positif, bukan untuk sia-sia belaka. Hidup adalah ibadah sekaligus anugerah yang harus dinikmati, berkarya dan berkegiatanlah sebaik-baiknya selama masih ada waktu dan kesempatan hidup,  untuk mencari kebahagiaan lahir bathin dan keselamatan dunia akhirat,

Di sela kesibukannya, semua manusia perlu untuk meluangkan waktu untuk merelaksasi diri. Tak terbatas usia baik yang tua, atau muda ..yang bekerja di luar rumah mau pun yang di dalam rumah, seperti ibu rumah tangga. Para pekerja kantoran mungkin masih bisa meluangkan waktu sejenak, saat waktu istirahat tiba, bisa berkumpul, sesama pekerja lainnya sambil menikmati makan siang di kantin atau tempat lainnya. Lain lagi bagi seorang ibu rumah tangga misalnya, yang seolah hanya berkutat dengan urusan rumah tangga dan mengurus keluarga, yang 'unlimited time', tak ada batasan waktu...24hours full.. hhhmmm..., ini terasa sangat menjenuhkan.. Apalagi, jika anak-anak memiliki jam waktu sekolah yang berbeda, ada yang masuk pagi, adan yang masuk siang. Dengan begitu, waktu sibuk pun mengikuti kegiatan mereka. Bagaimana yaa, mengatasinya.. ?

Relaksasi diri mutlak perlu untuk mengatasi/mengurangi rasa jenuh karena rutinitas keseharian kita. Dari sekian banyak waktu yang digunakan untuk bekerja / berkegiatan baik di luar rumah  atau di dalam rumah spt. mengurus keluarga, rasa lelah dan keterbatasan waktu membuat kita lupa satu hal penting.. yaitu, perlunya sesekali meluangkan waktu untuk relaksasi diri. Cara relaksasi diri bisa bermacam-macam.., biasanya dengan rekreasi, mungkin ada juga yang hobi belanja (tapi yg satu ini saya tidak terlalu setuju, maaf yaa bukan bermaksud menyinggung) dsb.. tentunya disesuaikan dengan kemampuan kita juga jangan terlalu memaksakan diri.  

Tapi ada looh .. cara yang simple, yaitu dengan bersilaturahim / bergaul. 
Tentunya bergaul dengan teman-teman yang membawa manfaat kebaikan dan bukan untuk 'ngrumpi' yang hanya menambah dosa. Seperti sudah kita tahu bahwa sebagai seorang muslim, keutamaan silaturahim dijelaskan Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam dalam banyak hadits. Diantaranya ialah :

Silaturahim merupakan salah satu tanda dan kewajiban iman. Sebagaimana dijelaskan Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam dalam hadits Abu Hurairh, beliau bersabda,
وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ
Artinya: “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah bersilaturahmi.” (Mutafaqun ‘alaihi).

Selain itu, meluangkan waktu sejenak untuk bersilaturahim akan membawa manfaat relaksasi diri tanpa kita sadari. Apalagi manusia adalah makhluk sosial. Coba kita ingat lagi dari Hadits Riwayat berikut :
“Barangsiapa yang senang untuk dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturrahim” (riwayat Bukhari dari Anas bin Malik)

Nah, ada salah satu cara relaksasi diri yang menurutku 'murah meriah', 

ibarat 1 tepukan bisa dapat 2, bahkan mungkin dapat  3 keuntungan...  *duuh ky iklan yaaa...*, 
yaitu  menjalin/menjaga silaturahim dengan teman-teman yang baik dari segi agama dan perilaku. Dan yang ku maksud dengan cara yang 'murah meriah' adalah tidak perlu harus di restoran yang mahal untuk pertemuan dengan teman-teman.., bisa diadakan di rumah makan lesehan yang sederhana, atau berkumpul di rumah kita /di rumah salah seorang teman dengan membawa lauk pauk hasil masakan kita masing-masing. Kegiatan ini terasa menyenangkan dan bisa lebih mengakrabkan jalinan yang telah ada, karena ada nilai kebersamaannya. Hidangan dari kita dan untuk kita dinikmati bersama-sama dan dalam suasana santai yang diselingi dengan obrolan ringan. Hhmmm... cukup simple kan.

Atau bisa juga yang lebih baik lagi, mengadakan perkumpulan pengajian, yaitu mencari ridho Allah, dengan mencari ilmu sekaligus menjaga tali silaturahim dengan teman-teman terbaik. Jadi banyak cara untuk bersilaturahim yang menyenangkan dan berkesan. Yang pasti, menjaga tali silaturahim : 
1.bisa mendapatkan manfaat kebaikan, mendapat ilmu agar menjadi diri yang lebih baik,
2.bisa untuk 'relaksasi diri' mendapat kebahagiaan lahir bathin 
3. mendapat keselamatan dunia akhirat.. 
 '1 tepukan dapat 3 keuntungan'.   

Nah.. itu hanya contoh simple., aku yakin banyak cara yang kreativ dalam bersilaturahim yang dimiliki kita semua, tentunya sesuai dengan karakter dan kemampuan masing-masing. Tapi jangan lupa yang pasti, sebaiknya tidak terlalu lama meninggalkan rumah dan melupakan kewajiban utama mengurus keluarga tercinta. Gunakan waktu seefisien mungkin diluar rumah, tak perlu berlama-lama, yang penting berkwalitas.   
Kegiatan semacam ini bisa menjadi 'refreshing maker' penyegaran diri kembali, melepaskan diri sejenak dari rutinitas yang letih dan menjenuhkan.., agar kita siap kembali menghadapi rutinitas berikutnya mendampingi keluarga tercinta...InsyAllah..

Semoga bermanfaat..., BarrakAllahu Fiikum...

Wass. Wr.Wb.

Senin, 20 Juni 2011

Tips Simple Meningkatkan Keharmonisan Keluarga

Ass. Wr.Wb..,

Alhamdulillah.., dapat tambahan ilmu/ tips yang menarik dan penting untuk diterapkan dalam kehidupan keluarga agar bisa menjadi keluarga yang sakinnah, mawaddah, warrahmah. Melalui tausyiah tadi pagi yang ku lihat dan dengar di layar kaca dari seorang Ustadz. Yusuf Mansyur, dan dari tamu kehormatannya seorang pembicara dari Malaysia Datuk Dr.Hasan, yang telah banyak menulis kurang lebih 41 buku, tentang keharmonisan dalam keluarga.

Menarik dan penting mengingat bahwa cinta kasih dalam hubungan keluarga memang tidak boleh begitu saja kita sepelekan, karena rasa cinta kasih dan sayang yang mendalam bisa tumbuh subur atau hilang jika kita tidak merawatnya secara istiqomah (terus menerus). Sesungguhnya cinta kasih yang tulus dalam setiap manusia ada atas anugerah Allah SWT. Oleh karenanya nikmat cinta kasih yang telah diberikan Allah pd kita ini, harus tetap dijaga, dirawat dan dilestarikan sebagai wujud syukur dan cinta kita pada Allah SWT atas nikmat terindah yang berikanNYA.

Dalam tausyiahnya, Datuk Dr. Hasan memaparkan, bahwa janganlah kita pelit untuk sedekah cinta kasih, mengekspresikan cinta apalagi kepada keluarga, orang-orang terdekat dan tercinta kita. Orang tua, suami, isteri dan anak-anak kita.., karena itulah kebahagiaan yang utama yang sesungguhnya harus kita sadari.


Life begins at 40

Ass. Wr.Wb,

Ada yang bilang 'Life begins at 40', apa pun..,
Alhamdulillah.. bsyukur atas sgala nikmat hidup dariMU, Yaa Rabb..

Sabtu, 18 Juni 2011

Tips Simple Merawat Kerudung Berbahan Sutera

Ass. Wr.Wb,

Sesuai dalam Firman Allah SWT, Q.S Al-Ahzab : 59

Bahwa wajib bagi wanita muslim menutup aurat. Maka bagi wanita muslim yg mungkin baru/akan mengenakan hijab/jilbab/berkerudung, ada sedikit tips mengenai perawatan kerudung. Dan bagi yang telah mengenakan hijab/jilbab/kerudung, sudah mengerti cara merawat jilbab/kerudung yang biasa digunakan, tidak ada salahnya juga membaca kembali langkah-langkah merawat kerudung terutama untuk yang berbahan sutra *utk bahan jilbab/kerudung yang lain relatif sama dalam perawatannya* :

Hindari mencuci kerudung sutra dengan sabun deterjen karena dapat merusak serat-serat sutra. Gunakan shampoo, sabun mandi atau lerak sebagai gantinya.

Saat mencuci, hindari menggunakan sikat atau mesin cuci. Cukup dicelup-celupkan. Jangan dikucek terlalu keras dan diperas karena sutra akan menjadi kusut dan sulit kembali ke bentuk semula.

Setelah dibilas, jangan dijemur di bawah sinar matahari langsung karena warnanya akan memudar. Cukup digantung lalu diangin-anginkan saja.

Jika kerudung sutra Anda agak kusut, boleh saja disetrika dengan suhu khusus sutra. Bahan sutra yang lembut dan tipis akan mudah gosong jika disetrika dengan suhu yang terlalu panas.

Karena lembut dan tipis, tusukan peniti atau jarum pada kerudung sutera mudah sekali membekas. Cara menghilangkannya dengan cara menyemprotkan air ke bekas tusukan peniti atau jarum, lalu setrika dengan suhu yang tidak terlalu panas.

Sebisa mungkin hindari kerudung sutra Anda dari kemungkinan tergores atau tersangkut benda tajam. “Kecelakaan” kecil ini bisa membuat kerudung sutra Anda sobek. Sayang sekali, bukan?

Semoga bermanfaat...

Wass.Wr.Wb


Ref. dari Harian Republika, 30-10-2007

Jumat, 17 Juni 2011

Insha Allah (God Willing) - Maher Zain.

Every time,
You feel like you cannot go on
You feel so lost and that you're so alone
All you see is night
And darkness all around
You feel so helpless you can't see which way to go
Don't despair
And never loose hope
'Cause Allah is always by your side

Chorus:
Insha Allah
Insha Allah
Insha Allah
You'll find your way
(2X)

Every time
You commit no more mistake
You feel you can't repent and that it's way too late
You're so confused
Wrong decisions you have made
Haunt your mind and your heart is full shame
But don't despair
And never loose hope
Coz Allah is always by your side

Chorus

Turn to Allah
He's never far away
Put your trust in Him
Raise your hands and pray
Ya Allah
Guide my steps, don't let me go astray
You're the only one who can show me the way
Show me the way
Show me the way
Show me the way

InshaAllah
InshaAllah
InshaAllah
We'll find the way

Lyrics: Maher Zain & Bara Kherigi
Melody: Maher Zain
Arrangement: Maher Zain & Hamza Namira

Domino Story

Ass. Wr. Wb,
Pernahkah kita melihat susunan balok domino yang berjajar seolah membentuk barisan panjang yang rapi dan teratur, serta saling berdekatan..? Pasti amat menakjubkan bagi yang melihatnya. Karena pastilah kita terbayang proses penyusunannya yang tidak mudah, diperlukan kesabaran serta kehati-hatian. Sedikit saja kesalahan, gemetarnya jari jemari penyusun pasti barisan balok domino tidak akan mampu terbentuk panjang, rapi dan teratur.
Pernah terbayangkan jika ada satu saja balok domino yang terjatuh..? apa reaksi kita yang melihatnya? ”Oops.......”,mungkin seperti itulah kata yang terucap (betul tidak? ), atau ada kata-kata lainnya yang lebih ekspresif sebagai ungkapan alangkah sayangnya upaya yang telah dilakukan dalam menyusun barisan domino itu. Barisan domino yang telah berdiri panjang, rapi dan teratur akan rubuh. Susunan balok balok domino itu akan mengenai balok yang berada tepat disebelahnya. Lalu? Apakah balok yang lainnya akan tetap berdiri? Tidak,.. tidak akan. Seperti yang pertama, balok kedua itu akan jatuh, mengenai balok berikutnya, dan hal ini akan berlanjut terus sampai balok domino terakhir rubuh. Menakjubkan ! Ada hikmah dari permainan yang sudah sering kita lihat dan cukup menegangkan syaraf itu, sebenarnya terdapat makna dari salah satu ajaran Allah....

"Sesungguhnya orang-orang mukmin itu satu dalam persaudaraan; maka damaikanlah kedua saudaramu (yang berselisih), dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beroleh Rahmat".
Al-Hujurat 49:10

Itulah firman Allah. Kita semua adalah bagian dari satu persaudaraan. Dan Allah telah mengingatkan kita bahwa kita harus berdamai dan bersepakat. Jika kita menginginkan rahmat-Nya, kita tidak boleh saling berkelahi, apakah itu dengan saudara sekandung, kerabat atau teman. Astaghfirullah...

Mungkin ada ide? Bagaimana agar susunan domino itu aman? Bayangkan balok-balok domino yang semula tersusun saling berdekatan, berdampingan kali ini disusun saling berjauhan, pasti jika balok yang satu jatuh tidak mengenai balok yang lainnya. Make a sense, isn’t it ?

Tapi coba kita lihat hadist Nabi Muhammad SAW ;

An-Nu’man ibn Basyir berkata, Rasulullah bersabda : ”Perumpamaan orang mukmin dalam kasih-mengasihi, cinta-mencintai, dan sayang-menyayangi adalah laksana satu tubuh”, jika salah satu anggota tubuh merasakan sakit, tubuh selebihnya ikut merasakan dengan tetap terjaga dan menderita demam”.Al-Bukhari dan Muslim

Ya Allah, hadist ini sungguh indah.

Analogi tentang satu tubuh ini persis seperti balok-balok domino tadi – satu rancangan yang padu. Bila satu balok jatuh, yang lainnya juga jatuh. Bila satu bagian tubuh sakit, selebihnya juga sakit. Subhanallah...

Dan, tidak hanya itu. Dalam kehidupan didunia ini, kita harus hidup berdampingan untuk bisa merasakan dampak kejadian-kejadian yang menimpa Muslim lain. Jika hidup saling berdekatan tentu kita akan bisa tahu dan merasakan apa yang terjadi dengan saudara-saudara kita seperti perumpamaan balok-balok domino tadi.

Kita kembali ke susunan domino jika disusun saling berdekatan tentu akan terlihat menakjubkan, tapi jika balok domino disusun saling berjauhan apakah masih terlihat menakjubkan juga ? Aku rasa tidak.

Analogi lainnya seperti hasil gambar pada sebuah komputer atau foto, yang terbentuk dari susunan titik-titik (dot) yang saling berdekatan sehingga menghasilkan hasil gambar yang halus. Semakin tinggi resolusi gambar dari banyaknya susunan titik-titik yang saling berdekatan, pastilah hasil gambar akan semakin baik dan indah.

Itulah hikmahnya hidup saling berdekatan, walau tentu dari kita pastilah memiliki perbedaan, ciri khas, keunikan masing-masing, paling tidak kita menyadari bahwa ada satu faktor yang mempersatukan yaitu kita adalah saudara seiman, apalagi jika hubungan darah baik orang tua maupun saudara sekandung tentunya akan lebih memperkuat tali persaudaraan sehingga hidup ini menjadi lebih bermakna, lebih baik dan indah.

Punyakah rasa kasih, cinta dan sayang untuk ibu bapakku, saudara-saudaraku? Apakah aku merasa bahwa aku adalah bagian dari satu tubuh? Apakah aku telah tulus membantu atau menolong mereka? Atau, apakah aku hampir selalu memikirkan diri sendiri saja? Begitu banyak pertanyaan terkumpul di otakku. Namun aku teringat Allah menjawab dengan ayat berikut ini...
”Dan berpegang teguhlah kalian semuanya, pada tali Allah, dan janganlah berpecah-belah diantara kamu” Ali-Imran 3 : 103
Banyak analogi dari kecanggihan teknologi yang dapat kita ambil hikmahnya untuk lebih mengerti apa arti makna sesungguhnya kehidupan ini. Mudah-mudahan dengan segala kemutakhiran dan modernisasi yang ada saat ini, kita tetap mampu mengambil hikmah untuk tetap berjalan pada koridor yang telah Allah tetapkan.

Dengan keterikatan kita kepada Allah – agama kita – dan buku panduan yang harus kita rujuk setiap kali kita berselisih hanya satu – Kitab yang Mulia, Al-Qur’an, yang berisi semua jawaban yang Allah berikan atas misteri-misteri kehidupan. Kita hanya harus duduk, memahami dan menggunakannya untuk menuntun hidup kita dan meluruskan perbedaan-perbedaan kita.

Betapa hidup ini begitu mudah jika saja kita mengikuti standar-standar yang ditetapkan oleh Tuhan kita. Al-Hadi, Maha Pemberi Petunjuk....

Semoga bermanfaat... BarrakAllahu Fiikum...
(Ref.Buku 'Satu Tiket ke Surga')


Wass. Wr. Wb.

O P T I M I S

Ass. Wr. Wb,

Dalam menjalani setiap kehidupan, pastilah jalan yang dilalui tidak selalu ‘mulus-mulus’ saja. Semua manusia tentu akan mengalami saat-saat suka dan duka. Ya inilah ‘seni’ nya kehidupan. Pada saat suka tentunya lebih mudah bagi kita untuk mengatasi dan menjalaninya, namun pada saat duka adalah masa kritis yang sulit bagi kita. Masa untuk bisa bangkit kembali dan segera bergerak untuk melakukan usaha yang lebih maksimal dalam mencapai keberhasilan, sekaligus melupakan saat-saat duka yang telah lalu.

Semua itu tentu bergantung pada masing-masing manusia yang menjalaninya. Apakah dapat menerima ujian, cobaan kehidupan ini dan melaluinya dengan baik dan benar, atau malah sebaliknya. Disini pula kesetiaan kita diuji untuk senantiasa ingat kepada Sang Pencipta dan istiqomah berada dijalan-Nya.

Hal yang sebaiknya dilakukan adalah jangan menyerah dan berputus asa dalam menghadapi apapun kenyataan yang terjadi. Karena dalam agama Islam, sebagai seorang muslim kita diwajibkan untuk selalu berpikiran optimis dalam menghadapi kenyataan kehidupan ini.

Allah berfirman, Al-Qur’an (Al-Insyirah) 94 : 5 - 6, “Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan”.

Banyak dari kita yang merasa bahwa keadaan yang tengah kita alami adalah yang tersulit, kita lah yang paling susah hidupnya. Padahal kalau saja kita mau melihat lebih jauh kehidupan di sekitar kita, ternyata masih ada yang jauh lebih sulit, yang dialami saudara-saudara kita yang lain. Dan ternyata mereka masih bisa lebih tegar dalam menghadapi dan menjalani kehidupannya. Mengapa...? hhmmm... ini lah yang perlu kita selami dan mengerti, melalui sekelumit kisah hidup seorang kawan yang ku kagumi ketegarannya dalam menjalani ujian kehidupannya.

Seorang kawanku,  ibu rumah tangga yang masih relatif muda dan sederhana yang telah ku kenal sekitar 3 tahun yang lalu. Awalnya kehidupan rumah tangga kawanku ini  tak kurang suatu apa pun, bahagia dengan suami yang bertanggung jawab dan 4 orang anak yang sehat dan lucu. Kehidupan mereka begitu berkecukupan. Sebagai seorang istri, kawan ku ini termasuk yang beruntung karena dia begitu dimanjakan oleh sang suami. Segala kebutuhan dan keperluan kawanku dan anak-anaknya selalu saja terpenuhi. Suaminya adalah seorang yang sangat bertanggung jawab, pengertian dan penuh perhatian.

Namun setelah kelahiran anaknya yang ke-4, sang suami ternyata menderita penyakit gagal ginjal. Yang semula kawanku ini seorang yang sangat manja *itu diakuinya sendiri..* , saat itu menjadi berbalik 180 derajat, hampir segalanya harus bisa dijalani sendiri. Mengurus suaminya yang sakit dan anak-anaknya. Perawatan sakit suaminya, tidak hanya cukup dengan meminum obat-obatan saja, namun juga perlu perawatan ke rumah sakit untuk melakukan cuci darah 2 kali dalam 1 minggu. Belum lagi mengurus anak-anaknya yang saat itu masih kecil-kecil, yang paling kecil belum berumur 1 tahun pula. Astaghfirullah... Itulah saat tersulit atau ujian kehidupan bagi keluarga kawan ku ini. Bisa dibayangkan bagaimana beratnya menghadapi ujian ini. Lelahnya merawat suami yang sakit, serta perubahan-perubahan psikis suami yg 180 derajat, juga dirinya sendiri. Mengurus anak-anaknya yang masih sekolah, memikirkan biaya-biaya yang dikeluarkan sekaligus yang akan diperlukan kemudian. MasyAllah... pastilah dibutuhkan banyak sekali kesabaran dalam menghadapi ujian ini.

Sebenarnya aku belum terlalu lama mengenal kawan ku ini, tapi melihat, mendengar dan banyak kawan-kawan  yang tahu betul kondisi kawanku ini, membuatku begitu bersimpati padanya. Sewaktu mengenalnya, dia terlihat biasa dan enjoy saja dalam menjalani kesehariannya. Mengantar dan menjemput anaknya ke sekolah, yang memang tidak terlalu jauh dari rumahnya (tapi pada hari tertentu dia juga harus mengantar sang suami cuci darah ke RS). Sungguh aku tidak menyangka, alangkah beratnya ujian yang tengah dihadapi kawan ku dan keluarganya ini. Ujian kehidupan ini telah dijalaninya kurang lebih 9 tahun. Dan belum lama ini karena telah cukup lama tidak dapat melakukan kegiatan bekerja ke kantor, akhirnya suami kawanku ini di berhentikan di ’PHK’dini dari kantornya. Sehingga fasilitas untuk berobat pun berkurang. Ya, Allah.... ternyata dibalik kesederhanaan dan keceriaan kawan ku yang sabar ini, menanggung ujian hidup yang begitu berat tapi tidak diperlihatkannya justru terlihat tegar dan bersahaja saja.. *sungguh, menulis pengalamannya saja bisa membuat ku menitikkan air mata.. MasyAllah..*

Setelah cukup mengenal dekat kawanku ini, akhirnya aku memberanikan diri bertanya, apa rahasia yang membuatnya tetap tegar seakan tak ada beban dalam menghadapi ujian kehidupannya ? Kawan ku ini pun menjawab sambil tersenyum... ”Saya selalu optimis dalam menjalani hidup.. Saya yakin Allah tidak akan meninggalkan hambaNya yang selalu setia dijalan-Nya.. ” Oooh... meleleh rasanya hati ini, mendengar kata-kata yang menyejukkan itu..SubhanAllah. Dan kawan baik ku ini pun berbagi cerita bahwa selama menjalani kehidupan ini, Allah SWT telah memberikan banyak kemudahan dan pertolongan padanya, karena itu dia tak mau menyerah dan selalu istiqomah, tetap bersabar setia padaNYA. Jadi katanya "Kenikmatan yang dirasakan lebih banyak dari pada kesulitan yang dialaminya.."Subhanallah... aku semakin terkesima, dan terharu mendengarnya. Ada perasaan malu menyelinap di hatiku, dan membuat kacamataku sedikit berembun menahan air mata. Karena terkadang ke tidaknyamanan sedikit saja yang kita rasakan, sudah membuat kita uring-uringan tak karuan..Astaghfirullah...ampuni hambaMu ini Yaa Allah..*ini bisa mjd terapi hati ..dgn mengetahui kesulitan org lain, dan lbh baik lagi jika kita bs meringankan bebannya..*


Walaupun sering mendengar banyak orang mengucapkan kata ”optimis”, tapi rasanya baru kali ini aku mendengar langsung dari seseorang yang begitu yakin dalam mengucapkannya, dan tidak terlihat sama sekali keragu-raguan dalam ucapannya, sekalipun dia telah dan masih menghadapi ujian kehidupan yang berat.

Setelah percakapan itu, aku jadi mengerti dan semakin yakin, bahwa pantas saja kawan yang sangat aku kagumi ini begitu ringan menjalani ujian kehidupannya. OPTIMIS, selalu yakin akan bisa menghadapi kenyataan hidup seberat apapun dan tetap setia dijalan-Nya, adalah tindakan yang harus dilakukan oleh setiap manusia dalam menjalani kehidupan.

Ya..Allah, Ya..Rabbi, .. semoga kawanku ini senantiasa diringankan dan dimudahkan langkahnya dalam menghadapi ujian-Mu, begitu juga kami... tetapkan iman Islam dan ke istiqomahan kami kepadaMU.., 

Amin Yaa Rabbal 'allamiin...

Semoga bermanfaat... BarrakAllahu Fiikum...
Wass. Wr. Wb.