Pagi ini seperti hari sebelumnya. Saat mentari masih enggan menampakkan sinarnya, Fatin telah terjaga dari buaian sunyinya malam, yang sebenarnya masih ingin sekali dinikmatinya. Setelah buah hati pertamanya lahir ke dunia, kenikmatan istirahat malamnya menjadi tak biasa dan terasa sangat melelahkannya tapi sekaligus juga membahagiakannya. Hampir setiap jam ia terjaga dari lelap tidurnya memberikan asupan ASI pada buah cintanya dengan Farhan, lelaki yang setahun lalu menikahinya. Namun baginya pengalaman baru yang membahagiakan ini memiliki 'sensasi rasa' yang berbeda. Ini adalah kenikmatan hidup sekaligus ujian keikhlasan hati yang harus dan pasti dialami oleh semua ibu baru seperti dirinya. Rabu, 28 Desember 2011
Warna-warni Kehidupan
Pagi ini seperti hari sebelumnya. Saat mentari masih enggan menampakkan sinarnya, Fatin telah terjaga dari buaian sunyinya malam, yang sebenarnya masih ingin sekali dinikmatinya. Setelah buah hati pertamanya lahir ke dunia, kenikmatan istirahat malamnya menjadi tak biasa dan terasa sangat melelahkannya tapi sekaligus juga membahagiakannya. Hampir setiap jam ia terjaga dari lelap tidurnya memberikan asupan ASI pada buah cintanya dengan Farhan, lelaki yang setahun lalu menikahinya. Namun baginya pengalaman baru yang membahagiakan ini memiliki 'sensasi rasa' yang berbeda. Ini adalah kenikmatan hidup sekaligus ujian keikhlasan hati yang harus dan pasti dialami oleh semua ibu baru seperti dirinya. Senin, 26 Desember 2011
Surat Untuk Ibu *tak ada kata terlambat...*
Ibu, ku tahu..Allah menciptaku melalui dirimu..,Kau lah yang selalu ada sepenuh jiwa dan raga..,
Di setiap desah nafas dan harapanmu..,
Do'a untukku selalu kau mohonkan padaNYA
Ibu, ku ingat selalu belaian kasihmu..,
Ketulusan dan kasih sayang yang mengiringiku..,
Ibu, ku tahu sampai kini pun kau selalu memikirkan dan mengasihiku..,
Meski di keterbasan sepuh ragamu ...
Senin, 19 Desember 2011
Cinta Sejati
Betapa sigapnya kaki Fatin melangkah. Bagai melompat sempurna masuk ke dalam mobil omprengan yang masih bergerak perlahan mendekati para penumpang yang berkerumun di tempat parkir. Berjibaku 'siapa cepat dia dapat' dengan calon penumpang lain adalah modal penting. Karena sebelum kendaraan itu berhenti sempurna pun, sekejap saja tak ada lagi tempat duduk tersisa di dalamnya, semua telah terisi penuh oleh penumpang yang akan berangkat kerja seperti dirinya. Begitulah gambaran keseharian di pagi hari pasangan muda ini.
"Alhamdulillah.., akhirnya dapet juga ya, mas",ujar Fatin pada Farhan, suaminya yang duduk disampingnya sambil tersenyum lega.
Farhan pun membalas senyuman manis wanita yang dicintainya dengan anggukkan kepala serta senyuman dan tatapan penuh kasih. Dalam hatinya ia merasa sangat bersyukur, karena Allah telah memberinya seorang isteri yang dicintai dan mencintainya dengan tulus. Mau dan bisa mengerti kesederhanaan hidup, sehingga mau bersusah payah berangkat kerja bersama, meski hanya dengan menggunakan kendaraan umum saja. Padahal sebelum dinikahi Farhan dua bulan yang lalu, Fatin terbiasa bepergian dengan kendaraan pribadi dan kemudahan cara hidup lainnya yang lebih menyenangkan.. SubhanAllah...
"Alhamdulillah.., akhirnya dapet juga ya, mas",ujar Fatin pada Farhan, suaminya yang duduk disampingnya sambil tersenyum lega.
Farhan pun membalas senyuman manis wanita yang dicintainya dengan anggukkan kepala serta senyuman dan tatapan penuh kasih. Dalam hatinya ia merasa sangat bersyukur, karena Allah telah memberinya seorang isteri yang dicintai dan mencintainya dengan tulus. Mau dan bisa mengerti kesederhanaan hidup, sehingga mau bersusah payah berangkat kerja bersama, meski hanya dengan menggunakan kendaraan umum saja. Padahal sebelum dinikahi Farhan dua bulan yang lalu, Fatin terbiasa bepergian dengan kendaraan pribadi dan kemudahan cara hidup lainnya yang lebih menyenangkan.. SubhanAllah...Minggu, 18 Desember 2011
Berkawan dengan Ketulusan Hati
Tuhanku Yang Maha Penyayang,Aku tak ingin lagi bermain-main atau tertipu dengan kebaikan yang hanya berpura-pura.
Aku letih mengharapkan ketulusan dari yang katanya kawan tapi tak menghargaiku,
dari yang katanya kesetiaan tapi mengkhianatiku,
dan dari yang katanya perhatian tapi menelantarkanku.
Kuatkanlah aku untuk menegaskan diri terhadap orang-orang yang palsu,
untuk menjauhi mereka bagi kedamaianku, dan membebaskan diriku bagi jiwa yang mampu untuk berbuat baik dengan seutuhnya.
Wahai Yang Maha Cinta,
Jadikanlah aku pribadi yang tegas berbuat kebaikan dengan seutuhnya,
agar Kau hadiahkan kepadaku kawan-kawan yang menyayangiku dengan seutuhnya.
Amiiiin..
Senin, 05 Desember 2011
Tanyaku
Pantaskah aku menangis..?
Menangisi segala 'wah' yang dulu dan ingin ku raih saat ini,
segala yang telah ku tinggalkan,
status yang berubah 'seakan' tak berharga,
segala pengorbanan, keprihatinanku,
yang ternyata tak seberapa..
Sabtu, 03 Desember 2011
Cinta Tulus dan Kesetiaan
Tuhanku Yang Maha Penyayang,
Aku tak ingin lagi bermain-main atau tertipu dengan cinta yang setengah-setengah.
Aku letih mengharapkan kebahagiaan dari yang katanya cinta tapi tak menghormatiku, dari yang katanya kesetiaan tapi mengkhianatiku, dan dari yang katanya perhatian tapi menelantarkanku.
Kuatkanlah aku untuk menegaskan diri terhadap orang-orang yang palsu, untuk menjauhi mereka bagi kedamaianku, dan membebaskan diriku bagi jiwa yang mampu untuk mencintaiku dengan seutuhnya.
Wahai Yang Maha Cinta,
Jadikanlah aku pribadi yang tegas mencintai dengan seutuhnya, agar Kau hadiahkan kepadaku belahan jiwa yang mencintaiku dengan seutuhnya.
Amiiiin..
Jumat, 25 November 2011
Ingatkah..?
Tersenyum, saat mengingat kisah lalu,
jelang kau dan aku menyatu dalam kasih syahdu,
merenda cerita dan menguji rasa kasih dua hati,
sebelum satu cinta terukir dalam janji setia dalam ikatan suci.
Ingatkah.. ?
betapa inginnya kau dan aku bersama dalam meraih mimpi..,
menyatu dalam satu cinta kasih yang tak bertepi,
arungi bahtera lautan kehidupan dunia dalam suka duka,
dan mengakhirinya hingga maut memisahkan kita..
Bagai menghitung hari saat mimpi itu 'kan tiba,
kau dan aku bagai tiada tenang jiwa,
Yang terbayang hanya lah satu do'a ikhlas ku,
Yaa..Rabb..., berilah hari indahku sempurna seperti harapan kau dan aku... *Alhamdulillah*
#Episode Memories Remain - Kenangan Abadi #
jelang kau dan aku menyatu dalam kasih syahdu,
merenda cerita dan menguji rasa kasih dua hati,
sebelum satu cinta terukir dalam janji setia dalam ikatan suci.
Ingatkah.. ?betapa inginnya kau dan aku bersama dalam meraih mimpi..,
menyatu dalam satu cinta kasih yang tak bertepi,
arungi bahtera lautan kehidupan dunia dalam suka duka,
dan mengakhirinya hingga maut memisahkan kita..
Bagai menghitung hari saat mimpi itu 'kan tiba,
kau dan aku bagai tiada tenang jiwa,
Yang terbayang hanya lah satu do'a ikhlas ku,
Yaa..Rabb..., berilah hari indahku sempurna seperti harapan kau dan aku... *Alhamdulillah*
#Episode Memories Remain - Kenangan Abadi #
Kamis, 24 November 2011
Kehidupan
Mendung bergelayut manja sambut fajar menyingsing, menambah kentalnya kegundahan hati Vina mengawali pagi. Embun pagi yang bak tidur di dedaunan serta dinginnya angin berhembus, menghanyutkan jiwa yang tengah gulana dalam secawan kejenuhan.
"Apa aktivitasku hari ini..?"
"Seperti hari-hari sebelumnya dan biasanya, mengurus keluarga, rumah, antar jemput anak-anak dan sebagainya. Hampir semuanya bukan untuk kepentingan diriku sendiri. Hhmmm... lelahnya..",ujar Vina menjawab tanyanya sendiri.
"Kriiiiiing....!"
"Astaghfirullah...",dering telepon menghapuskan lamunan kejenuhan Vina.
"Assalamu'alaikum .., Vin..",terdengar suara salah seorang sahabatnya menyapa.
"Wa'alaikum sallam..."
"Ada berita duka, Vin. Ayah Nadya..., tadi padi jam 10.00, meninggal dunia..", lanjut suara diseberang sana mengabarkan dengan nada prihatin.
"Innalillahi....",degup jantung Vina pun terasa lebih cepat berdetak.
"Apa aktivitasku hari ini..?"
"Seperti hari-hari sebelumnya dan biasanya, mengurus keluarga, rumah, antar jemput anak-anak dan sebagainya. Hampir semuanya bukan untuk kepentingan diriku sendiri. Hhmmm... lelahnya..",ujar Vina menjawab tanyanya sendiri.
"Kriiiiiing....!"
"Astaghfirullah...",dering telepon menghapuskan lamunan kejenuhan Vina.
"Assalamu'alaikum .., Vin..",terdengar suara salah seorang sahabatnya menyapa.
"Wa'alaikum sallam..."
"Ada berita duka, Vin. Ayah Nadya..., tadi padi jam 10.00, meninggal dunia..", lanjut suara diseberang sana mengabarkan dengan nada prihatin.
"Innalillahi....",degup jantung Vina pun terasa lebih cepat berdetak.
Malaikat pun Mendo'akan, Mau ?
Malaikat adalah salah satu mahluk ciptaan Allah yang mulia,
Malaikat tidak pernah membantah apa perintah Allah dan tidak pernah melanggar semua larangannya. Maka dari itu doa para malaikat adalah doa yang didengar oleh Allah,
Nah.., siapa-siapa saja yang berhak atau sering didoakan oleh malaikat ? :
1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci
Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa, Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci”.
(Imam Ibnu Hibban meriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/37)
Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa, Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci”.
(Imam Ibnu Hibban meriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/37)
2. Orang yang sedang duduk menunggu waktu shalat.
Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah salah seorang diantara kalian yang duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya ‘Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia’”
(Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Shahih Muslim no. 469)
Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah salah seorang diantara kalian yang duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya ‘Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia’”
(Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Shahih Muslim no. 469)
Sabtu, 12 November 2011
Bercermin
Itulah mengapa Allah menurunkan pegangan dan petunjuk manusia dalam menjalani kehidupan dunia dengan turunnya Al-Qur'an melalui Nabi Muhammad SAW untuk umatnya, sebagai pegangan dalam bertingkah laku agar selamat kehidupan dunia dan akhirat.
Surat Al-Baqarah Ayat 285-286

"Rasul telah beriman kepada Al Qur'an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul rasul-Nya", dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan kami ta`at". (Mereka berdo`a): "Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali"."
Langganan:
Komentar (Atom)
