“Bismillah..,
ini demi kebaikannya. Semoga keputusan ini tidak salah..”,gumam Fathin berdo’a dalam
hati, saat menandatangani surat administrasi pengurusan rawat inap ibundanya.
di rumah sakit.
Meski
bundanya berkeras hati tidak mau diperiksakan ke dokter, apalagi di rawat di
rumah sakit. Jika di rawat di rumah sakit, beliau harus mengikuti pola makan
yang dibatasi ditambah dengan terapi obat-obatan tentulah sudah terbayang beratnya. Begitu pun
Fathin yang memiliki rasa enggan, tak nyaman
dengan suasana rumah sakit, setelah beberapa kejadian yang pernah dialaminya
dan menyisakan trauma. Namun akhirnya, Fathin terpaksa memutuskan untuk memeriksakan
bunda tercintanya ke rumah sakit demi pemulihan kesehatannya. Mengingat usia
beliau yang telah lanjut dan kondisi kesehatannya yang semakin menurun akibat
kadar gulanya melonjak tinggi. Inilah masa yang cukup kritis dan keputusan
berat yang harus diambil Fathin dan keluarga besarnya.
“Efek dari penyakit diabetes melitus ini bisa
bermacam-macam. Salah satunya seperti yang ibu alami, yaitu kondisi jantung ibu
ikut terganggu. Dan melihat dari hasil laboraturium ibu yang kadar albuminnya
rendah, ibu juga harus ditransfusi albumin. Agar pengobatan dan usaha
penyembuhan jadi optimal ..”,ujar dokter spesialias penyakit dalam dengan nada
yang cukup serius, tapi informatif dan komunikatif.
“Ooh..,begitu,
Dok. Baiklah.. usahakan yang terbaik saja, untuk pemulihan kesehatan ibu kami,
Dok”,jawab Fathin terkejut dengan pernyataan dokter saat didampingi kakak tertuanya

.jpg)
