Selasa, 02 Agustus 2011

Shalatku, Ibadahku, Hidupku, dan Matiku, Hanya untuk Allah SWT

Ass.Wr.Wb,

Dalam Islam, shalat merupakan tiang agama, dan merupakan ajang pertemuan dengan Allah. Shalat merupakan ajang pertemuan hamba dengan Allah tanpa perantara

"Inni wajjahtu wajhiya lilladzi fatharassamaawaati wal ardh haniifan musliman wama ana minal musyrikin. Sesungguhnya aku hadapkan wajahku kepada wajah yang menciptakan langit & bumi dgn lurus, & aku bukan termasuk orang yg menyekutukan-Nya" (QS. Al-An'am, 6: 79).
Inna shalati, wanusuki, wamahyaya, wamamati lillahi rabbil ‘alamin. Segala apa yang ada pada diri ini, shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku, hanya untuk Allah semata. 

  
Dan salah satu Rukun Shalat adalah TAKBIRATUL IKHRAM/TAKBIR. TAKBIR adalah sikap pasrah, tunduk, sekaligus kepatuhan, maka pantas bila dalam ibadah sholat, sikap yang harus dilakukan adalah TAKBIR. Dalam ibadah sholat, TAKBIR dilakukan bukan hanya dengan mengucapkan kalimat ALLAHU AKBAR, tapi dipertegas dengan mengangkat kedua tangan kita sebagai penyerahan total kepadaNya. Dan ucapan takbir apabila dilakukan dengan penuh kesadaran dan menyadari apa yang diucapkan. Adalah ungkapan penafian atau meniadaan atas sifat diri dari sifat takabbur. Ucapan takbir ini dilafaadzkan pada saat berdiri takbiratul ikhram, pada saat ruku’, menuju sujud, menuju duduk iftirasy, dan menuju duduk tahiyyat, setidaknya 94 kali dalam sehari semalam. Mustahil jika seseorang shalat namun tidak ada perubahan yang lebih baik dari sifat takabbur yang ada dalam hatinya, sesungguhnya pada hakikatnya ia belum bertakbir.

Makna Dari TAKBIR menegaskan bhw kita sama sekali diharamkan utk sombong, angkuh/membanggakan diri. Krn takbir berasal dari kata kabbara-yukabbiru-takbiran, sdgkan kata takabbur berasal dari kata takabbara-yatakabbaru-takabbaruran, artinya merasa paling besar/ sombong. Dan sifat ini tdk boleh dimiliki oleh manusia kecuali hanya Allah saja yg berhak utk membanggakan dirinya atas seluruh kekuasaanNYA yg Dia ciptakan. Maka dari itu Allah menuntun kita utk menyadari akan hal ini dgn melakukan takbir dlm shalat. Agar kita mjd orang yg selalu merendahkan hati thdp Allah maupun thdp sesama.

Selanjutnya untuk melihat keterangan yang menunjukkan keadaan orang-orang yang khusyu’.
Firman Allah SWT dalam surat Al Anbiya, 21 ayat 90:

Maka Kami memperkenankan doanya, dan Kami menganugerahkan kepadanya Yahya dan Kami jadikan istrinya dapat mengandung. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdo’a kepada Kami dengan harap dan cemas. Mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada Kami.


Lalu dalam Surat Al Ahzab, 33 ayat 35:

Sesungguhnya laki-laki dan perempuan muslim, laki-laki dan perempuan mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.


Allah juga memberikan pujian kepada orang-orang mukmin yang khusyu’ dalam shalatnya, seperti difirmankan-Nya dalam Surat Al Mukminun, 23 ayat 1-2:

Sungguh beruntunglah mereka yang beriman, yaitu orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya. Jelaslah bhw 'khusyu’ merupakan suatu hal yang sangat penting, dan Allah merespon orang-orang mukmin yang khusyu di dalam peribadatannya.
 
Firman Allah dalam Surat Az Zukhruf, 43 ayat 36-37:

Barang siapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah, Kami adakan baginya setan (yang menyesatkan) maka setan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya. Dan sesungguhnya setan-setan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka mendapat petunjuk.

Lalu firman-Nya dalam surat Al Mujaadilah, 59 ayat 19:

Setan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah, mereka itulah golongan setan. Ketahuilah bahwa sesungguhnya golongan setan itulah golongan yang merugi.

Lalu dalam Surat Al Isra’, 17 ayat 107-109:

Katakanlah : “Berimanlah kamu kepada-Nya atau tidak usah beriman (sama saja bagi Allah). Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya, apabila Alqur’an dibacakan kepada mereka, merekapun menyungkur atas muka mereka sambil bersujud dan mereka berkata: ‘Maha suci Tuhan kami, sungguh janji Tuhan kami pasti dipenuhi’. Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis, dan mereka bertambah khusyu’.

“Ilmu” yang dimaksud pada surat Al Isra, 17 ayat 107-109 di atas adalah ilmu khusyu’. Jika ilmu ini ada dalam hati manusia maka akan bergetar hatinya, tersungkur atas muka mereka seraya menangis dan mereka bertambah khusyu’, jika ayat-ayat Allah dibacakan. Ayat di atas, sekaligus merupakan petunjuk atas tanda iman yang keluar dari hati orang-orang yang dimaksud pada ayat tersebut, seperti juga disebut dalam surat Al Anfaal, 8 ayat 2 : Innamal mukminuuna lladzina idza dzukirallahu wazilat quluubuhum, ….yang artinya : “ Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka ……"

Allah tidak suka terhadap kaum yang tak meng-indahkan shalatnya, dan kemudian Allah mencabut ilmu khusyu’ itu dari dadanya agar tidak bisa lagi berkomunikasi dengan-Nya. Allah menutup dan mengunci mati hati orang yang lalai akan shalatnya dan hanya mengikuti hawa nafsunya. Allah berpaling dan mengirimkan kawan yang sesuai dengan dirinya agar bertambah jauh dari rahmat-Nya. Na'udzubillahi min dzaliik...

Wallahu'alam bishshawwab..., Semoga bermanfaat dan kita termasuk orang-orang yang khusyu' dalam beribadah, untuk mendapatkan ampunan dan rahmat-NYA.. InsyAllah..amiiin...YRA..


Wass. Wr.Wb



2 komentar: